Grid Computing

on May18 2010

Perkembangan Teknologi informasi yang begitu cepat membutuhkan kolaborasi komputer dan interaksi multi disiplin. Sebagai contoh, email dan web menyediakan mekanisme bagi pengguna untuk berinteraksi dengan rekan kerja atau teman dibelahan dunia lain. Untuk mendukung itu semua maka ditambahkannya fitur yang dapat menghubungkan data, komputer, peralatan, dan sumber daya lainnya yang dimiliki ke dalam suatu laboratorium virtual yang dapat dikontrol, yang disebut dengan teknologi Grid. Istilah grid muncul pada pertengahan tahun 1990 untuk menggambarkan sebuah infrastruktur komputasi terdistribusi untuk teknik dan sains tingkat lanjut, teknologi ini kemudian lebih dikenal sebagai Grid Computing. Pada dasarnya diharapkan bahwa sumberdaya komputasi dapat diraih dengan cara yang sama (analog) dengan cara mendapatkan sumberdaya listrik (grid). Saat ini para pengguna tidak mengetahui bagaimana cara listrik sampai kerumah dan menghidupkan kulkas. Namun dengan Grid Computing pengguna dapat memanfaatkan sumber daya komputasi yang tidak diketahui dari mana asalnya.


Berbeda dengan distributed computing konvesional, grid computing ialah pembagian sumber daya berskala besar, aplikasi-aplikasi inovatif dan pada kasus tertentu yang berorientasi pada kebutuhan performa tinggi komputer untuk penyelesaian masalah sains.

Trend dunia komputer saat ini berkembang ke arah makin menjamurnya komputer pribadi yang terhubung ke jaringan (khususnya Internet) dengan bandwith yang lumayan besar. Komputer-komputer pribadi modern ini sesungguhnya lebih dari cukup untuk berbagai tugas komputasi. Dengan demikian, muncul ide untuk membagi beban komputasi ke komputer-komputer tersebut jika mereka sedang menganggur (idle). Hal ini membutuhkan layanan komputasi tersebar dengan ciri khas:

Komputer-komputer penyedia sumber daya bersifat heterogenous karena terdiri dari berbagai jenis perangkat keras, sistem operasi maupun aplikasi yang terpasang.

Komputer-komputer terhubung ke jaringan yang luas dengan kapasitas bandwith yang beragam.

Komputer maupun jaringan tidak terdedikasi, bisa hidup / mati tidak sewaktu-waktu tanpa jadwal yang jelas.

Ciri khas tersebut melahirkan arsitektur komputasi tersebar yang disebut grid computing. Sebagai bandingan, arsitektur lain yang telah lebih dulu ada umumnya bekerja di atas lingkungan yang homogenous dan terdedikasi, misalnya parallel computer maupun cluster computing. Arsitektur dasar yang digunakan Nusantara adalah Grid Computing.

Referensi:

http://unms.unimal.ac.id/files/Mengenal%20Distributed%20Computing.pdf

http://staff.ui.ac.id/internal/132127785/publikasi/Grid%20Computing,%20Teknologi%20Internet%20Masa%20Depan.pdf

This entry was posted on Tuesday, May 18th, 2010 at 11:03 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Related Posts

  • No related posts found.

Add your wisdom

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen:

Menu

Search

FlickR

flickrRSS probably needs to be setup